Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#033: Memulai Bisnis Usaha Kambing Perah


contoh betina perah Jawa Randu yang didatangkan dari Jawa

Tulisan ini saya persembahkan bagi siapa saja yang ingin memulai usaha kambing perah, hasil dari pengalaman yang saya kerjakan dalam 2 bulan ini, dan tidak pernah terpikirkan/membaca2 buku sebelumnya. Tulisan ini begitu penting, jangan sampai para pemula memulai langkah yang keliru seperti saya.

Pada plan awalnya, saya beli 20 ekor kambing betina siap perah. Biar murah, saya pesan dari Jawa dengan type Jawa Randu/PE, tidak beli di sekitar Jakarta, karena melihat faktor beda harga yang cukup tajam. Ternyata, kambing yang didatangkan dari Jawa memiliki beberapa kendala:
1. membutuhkan waktu yang cukup lama untuk manajemen stressnya. Kambing dari perjalanan jauh (>10 jam) butuh waktu menghilangkan stress paling cepat 2 minggu bahkan bila penanganannya kurang bagus bisa 2 bulan;
2. mengajari mereka makan ampas, karena di kampung tidak terbiasa mengkonsumsi ampas/konsentrat;
3. kambing dari Jawa tidak terbiasa diperah, sehingga perlu ngajari dulu mereka agar siap untuk diperah. Perlu pola waktu yang baik agar mereka kemudian terbiasa diperah;
4. karena tidak terbiasa diperah dan tidak disusui oleh cempe, maka susunya menyusut/mengering dengan sendirinya;
5. dan kambing dari Jawa biasanya hanya mampu produksi sebulan saja, setelah itu menyusut mulai mengering dan kemudian rata2 lalu minta kawin. Jika demikian, butuh waktu 5 bulan lagi sampai mereka lahir baru kemudian diperah.

Jika kita gunakan asumsi, merawat kambing selama 2 minggu bisa menghabiskan biaya produksi bisa mencapai 200 rb – 300 rb. Artinya, lebih baik beli kambing di seputaran Jakarta jika selisihnya hanya 200rb – 500rb dibandingkan harus beli kambing dari Jawa. Karena faktor manajemen stress butuh effort tidak hanya biaya, tapi juga tenaga. Sedangkan kambing yang didatangkan dari seputaran Jakarta, stressnya tidak terlalu lama (bahkan hanya 1-2 hari saja) dan bisa langsung produksi/mendatangkan income.

Tulisan ini juga menyarankan Anda jika sebagai pemula bisnis di kambing perah, agar lebih memilih kambing yang sedang bunting 3 bulan daripada yang sudah melahirkan. Selain karena alasan2 di atas, waktu 2 bulan cukup sambil memanage stress kambing baru sekalian menunggu mereka lahiran. Waktu 2 bulan cukup untuk adaptasi bagi mereka. Dan jika sudah lahiran, maka produksi susu sangat bagus. Apalagi jika di atas laktasi-2. Produksinya normal dan mereka sudah tidak stress lagi.

Kecuali kalau Anda sudah establish/matang/stock kambing yang diperah sudah cukup, maka mencari bakalan ke Jawa tidak ada salahnya; karena bakalan2 itu bisa jadi cadangan/back up/regenerasi.

Semoga bermanfaat.

(c) aGusJohn,
Kuningan, 21 April 2010

About these ads

April 21, 2010 - Posted by | umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: