Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#082: Jual PE Hitam dan PE Merah dara/biang


Salam Peternak Indonesia..!!

Kami dari Ciangsana Farm menjual kambing betina dara/biang jenis PE Hitam (Kaligesing) dan PE Merah, dengan bentuk tampilan sbb:

PE hitam dan PE Merah

 

 

 

 
 

PE Merah dan PE Hitam

 

dara2 PE Merah

Harga: 2 juta s/d 2,5 juta saja… (bisa nego).

Salam,
(c) aGusJohn
Ciangsana, 24 Januari 2011

January 24, 2011 Posted by | jual kambing | 8 Comments

#081: Etawa Jawa Timur di Sepatan, Tangerang


farm di Sepatan, tangerang

Minggu, 23 Januari 2011, Ciangsana Farm mengirim 4 ekor kambing jenis Etawa Jawa Timuran ke daerah Sepatan. Jauh benar dan melelahkan! Lokasi kandang yang luasnya 1000 m2 itu terletak di sebelah barat Sungai Cisadane, Kecamatan Sepatan. Sebelah barat Bandara Cengkareng.

Etawa Jawa Timuran adaptasi di kandang baru

Meskipun capek, perjalanan cukup menyenangkan. Lewat sawah, sungai, jalan aspal mengelupas, kubangan lumpur, dan sebagian sudah dicor seperti road show ke kampung saja.

Alhamdulillah, kambing tiba dengan selamat. Begitu dilepaskan, kambing2 Etawa Jawa Timuran itu langsung adaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka kelihatan sangat gagah begitu dibiarkan lepas di kandang yang sudah dipagar bambu itu. Maklum, kalau di Ciangsana, mereka hanya bisa hidup di kandang panggung dan dikelilingi kambing2 besar, jadi tidak begitu kelihatan. Maka, begitu dilepas di kandang Sepatan, mereka seperti menemukan alam aslinya; sebagai kambing gunung/kambing alam.

kambing lokal "mau kenalan" dengan pendatang baru...

Semoga Etawa Jawa Timuran bisa berkembang, beranak-pinak dengan baik di Sepatan.
Smoga sukses..!!!

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 24 Januari 2011

January 24, 2011 Posted by | umum | 3 Comments

#080: Wabah Lumpuh? Jika Kambing Kekurangan Kalsium


contoh: Betina Etawa Senduro koleksi Ciangsana Farm

Di sekitaran akhir November dan awal Desember 2010, 3 ekor kambing betina bunting di kandang tiba2 lumpuh -ditambah dengan 2 ekor kambing perah yang tiba2 terjatuh dan kejang2. Betina bunting yang lumpuh, makannya tetap doyan, tapi tubuhnya lemas. Badannya mengurus, matanya jadi kelihatan cekung.

Selidik punya selidik, ternyata kejadian itu juga dialami di beberapa peternakan di seputaran Bogor. Ada satu peternakan besar sekitar 30-an ekor mengalami nasib yang sama. Kata mereka, itu seperti wabah; penyakit yang mendadak datang begitu saja; penyakit pembawa kematian. Ternak yang terserang, tidak lebih dari seminggu kemudian mati. Kambing bunting yang mati itu terdiri dari 2 ekor jenis Etawa Senduro, 1 ekor jenis Sapera. Sementara yang sedang diperah berjenis Etawa Kaligesing dan Jawa Randu.

Teman2 peternak bilang “wabah”,  tapi menurut dugaan saya itu karena perubahan cuaca yang ekstrim. Panas matahari yang menyengat berhari-hari, berminggu-minggu, kemudian mendadak hujan deras diiringi angin kencang membuat cuaca begitu dingin menggigil. Mungkin faktor cuaca ini sebagai salah satu faktor kematian tersebut. Indikasinya karena cempe2 (anakan kambing umur di bawah sebulan) juga ikutan mati (3-6 ekor) dengan diawali bulunya mendadak semrawut (tidak rapi), kemudian menggigil kedinginan pada saat peralihan cuaca tersebut.

Menurut Mas Bondan (Bumiku Hijau Farm) yang saya hubungi via phone, untuk kasus ternak bunting kemudian tiba2 lumpuh itu bisa dikarenakan akibat kekurangan kalsium; zat penguat tulang. Asumsinya, kambing perah yang sedang bunting, kebutuhan kalsiumnya sangat tinggi. Di samping kalsium untuk kebutuhan janin, juga untuk perkembangan susu/ambing yang kian membesar menjelang lahiran. Uniknya memang yang terserang penyakit lumpuh betina yang usia kebuntingannya > 4 bulan (1 minggu s/d 1 bulan sebelum kelahiran).

Solusinya:
akhirnya saya carikan obat kalsium (Calc) yang biasnya dikonsumsi ibu hamil. Bentuknya seperti pil dengan harga generik; bervariasi antara Rp. 50,- s/d Rp. 600,- per butir. Obat2 seperti ini banyak dijumpai di apotik2 pinggir jalan. Kebanyakan bermerk: KF, kabe farma, atau NOVA.
Cara pemakaiannya:
saya larutkan dalam susu sapi yang dikonsumsi oleh cempe2 yang lepas sapih karena induknya diperah, atau dicampur dengan ampas tahu/tempe untuk konsumsi kambing2 yang besar (> dara/jantan muda).

Alhamdulillah, kondisi cempe dan kambing kelihatan lebih segar, lebih giras, dan tidak ada lagi yang lumpuh. Idealnya, untuk cempe diberikan setiap hari dengan 1 pil/ekor. Untuk betina bunting/dara minimal seminggu sekali 1 pil/ekor.

Smoga bermanfaat.
Terima kasih Mas Bondan atas sharing ilmunya..!!

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 17 Januari 2011

January 17, 2011 Posted by | ARTIKEL PERKAMBINGAN | 8 Comments

#079: Jual Kambing Saanen (Jantan) untuk Jakarta dsk


Kami dari Ciangsana Farm; Peternakan Mini Kambing Perah di pinggiran Jakarta. Berniat menjual kambing jantan Saanen dengan spesifikasi sbb:
Jenis    =  Saanen;
Kelamin = Jantan;
Umur   = 3 tahun;
Berat = 70 – 90 kg;
Tinggi  = 85 – 95 cm;
Fungsi  = PEMACEK. Digunakan sebagai bandot untuk pembibitan;
Kelebihan = betina Saanen merupakan penghasil susu terbaik. Bisa 3 liter/day/ekor;
HARGA  = Rp. 7.000.000,- (nego).
Harga di pasaran 7 juta s/d 8 juta.


Berikut gambar2-nya:

Salam,
(c) aGusJohn,
Jakarta, 3 Desember 2011

January 3, 2011 Posted by | jual kambing | 10 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.