Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#140: Ciangsana Farm Sebagai Pusat Informasi & Penelitian


Alhamdulillah, hari Jum’at (18/04/2014) kemarin Ciangsana Farm mendapatkan kunjungan dari 4 orang mahasiswa/i Universitas Jakarta (UNJ) dan 4 orang dari SMK Negeri 02 Bekasi.

Mereka mendapat tugas dari sekolah untuk melakukan penelitian tentang dunia perkambingan, mulai dari jenis2 kambing, kesehatan kambing, kandang dan sebagainya.

Berikut update foto2-nya:

Saya sedang menjelaskan ke teman2 UNJ dan SMK 02 Bekasi

Saya sedang menjelaskan ke teman2 UNJ dan SMK 02 Bekasi

20140418_135831

Menerima kunjungan dari anak2 UNJ

20140418_135824

Bersama anak2 UNJ

20140418_135535

bersama anak2 SMK Negeri 02 Bekasi

April 22, 2014 Posted by | seputar kambing, umum | Leave a comment

#083: Selamat Jalan Hanoman, Selamat Datang Gatotkaca..


kambing jantan Saanen "Hanoman"

Alhamdulillah, kambing jantan Saanen “Hanoman” sudah terjual. Pembelinya seorang ibu dari Sawangan Depok yang berniat membuat taman wisata pendidikan untuk anak-anak.

Sang ibu, memiliki tanah/lahan 3 hektar. Saat ini sudah memiliki 3 ekor kuda tunggangan (untuk pacuan), dan ada rencana penggemukan sapi.

Dari Ciangsana Farm, sang ibu membeli 5 ekor kambing untuk rencana usaha pendidikan wisata ini, diantaranya mengambil:
1 ekor jantan Saanen “Hanoman”
1 ekor betina Menggala putih;
1 ekor betina dara sudah kawin PE Item;
1 ekor betina Etawa Jawa Timuran putih, dan
1 ekor cempe turunan PE Item dengan Jawa Randu.

Semoga usaha wisata pendidikan sang Ibu berhasil dan suksesss…!!!

kambing jantan saanen "Gatotkaca"

Tak lama kemudian, datanglah kambing jantan Saanen “Gatotkaca”; nama pemberian dari anakku. Modelnya sama, hanya tanduknya lebih pendek dan tubuhnya sedikit lebih kecil dari Hanoman. Mukanya juga tidak selancip Hanoman.

Selamat datang Gatotkaca, semoga betah dan kerasan serta bisa memberikan banyak keturunan di Ciangsana Farm.

Gatotkaca in action

Maju terus peternakan rakyat…!!!

Salam,
(c) aGusJohn,
Jakarta, 02 februari 2011

February 2, 2011 Posted by | umum | Leave a comment

#081: Etawa Jawa Timur di Sepatan, Tangerang


farm di Sepatan, tangerang

Minggu, 23 Januari 2011, Ciangsana Farm mengirim 4 ekor kambing jenis Etawa Jawa Timuran ke daerah Sepatan. Jauh benar dan melelahkan! Lokasi kandang yang luasnya 1000 m2 itu terletak di sebelah barat Sungai Cisadane, Kecamatan Sepatan. Sebelah barat Bandara Cengkareng.

Etawa Jawa Timuran adaptasi di kandang baru

Meskipun capek, perjalanan cukup menyenangkan. Lewat sawah, sungai, jalan aspal mengelupas, kubangan lumpur, dan sebagian sudah dicor seperti road show ke kampung saja.

Alhamdulillah, kambing tiba dengan selamat. Begitu dilepaskan, kambing2 Etawa Jawa Timuran itu langsung adaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka kelihatan sangat gagah begitu dibiarkan lepas di kandang yang sudah dipagar bambu itu. Maklum, kalau di Ciangsana, mereka hanya bisa hidup di kandang panggung dan dikelilingi kambing2 besar, jadi tidak begitu kelihatan. Maka, begitu dilepas di kandang Sepatan, mereka seperti menemukan alam aslinya; sebagai kambing gunung/kambing alam.

kambing lokal "mau kenalan" dengan pendatang baru...

Semoga Etawa Jawa Timuran bisa berkembang, beranak-pinak dengan baik di Sepatan.
Smoga sukses..!!!

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 24 Januari 2011

January 24, 2011 Posted by | umum | 3 Comments

#067: Rendeng Kangkung


tanaman kangkung

Mudik Lebaran 1431H kali ini saya menemukan informasi yang sangat berharga di kampung. Ternyata, masyarakat petani di daerah Lamongan dan Gresik bagian selatan (berbatasan dengan Mojokerto) sudah mengembangkan suatu sistem tanaman sayuran yang kemudian diolah menjadi pakanan ternak; dalam hal ini untuk sapi dan kambing (ruminansia).

Namanya, “Rendeng Kangkung“. Melihat namanya saja tentu bahannya dari kangkung. Jenisnya kangkung kampung (yang biasanya tumbuh di empang2 di desa2), bukan seperti kangkung yang dijual di tukang sayur.

Sedangkan pengertian “rendeng” adalah kangkung tersebut dikeringkan, kemudian digiling menjadi seperti serbuk2 konsentrat.

Mudik tahun lalu, kreatifitas pekerjaan seperti itu belum saya temukan (atau saya yang kurang aware??). Itu seperti sebuah terobosan yang kreatif ketika banyak lahan kering di Lamongan dan Gresik yang terbengkalai.

Jika sebelumnya lahan2 itu hanya tergantung pada tanaman padi yang butuh air menggenang cukup, atau tanaman2 musim kering seperti melon, semangka, garbis, dll yang butuh air secukupnya, maka kali ini hampir semua mata memandang, jika kita melewati jalan raya Mantup yang menghubungkan Mojokerto-Lamongan, maka tanaman kangkung sangat mendominasi.

Pembuatan rendeng kangkung ternyata sederhana. Petani menanam kangkung dengan jarak yang dempet di lahan yang tidak perlu air sampai menggenang. Kemudian dibiarkan tanaman itu menjalar hingga tua (berbunga putih dan kekuning-kuningan daunnya). Setelah tua, baru dipanen. Kangkung tersebut dipotong hingga sampai akarnya, kemudian dibiarkan begitu saja di lahan tersebut hingga kering.

Continue reading

September 24, 2010 Posted by | umum | 29 Comments

#066: Ole2 dari Mudik Lebaran 1431H


Liburan Lebaran 1431H kemarin, saya sempatkan untuk roadshow sekaligus survey mengenai perkembangan perkambingan di daerah; khususnya Lamongan dan Jombang. Ada beberapa hal informasi yang bisa saya temukan dalam hunting tersebut:

1:
harga kambing jantan siap qurban meningkat. Rata2 di level minimal 1 juta untuk kambing yang besar;
yang kecil rata2 700 s/d 800 ribu/ekor. Jenis kambing kacang.
Harga kambing Jombang lebih murah dari harga kambing di Lamongan

2:
Harga kambing PE grade B dan C di Jombang untuk jenis jantan maksimal 1,7 juta. Kalau hanya sebatas sebagai pemacek di ternak level kampung/biasa, sudah cukup bagus dan mentereng. Tapi untuk khusus breeding masih kurang maksimal/terlalu tanggung.

3:
Masyarakat Jombang perbatasan Pacet Mojokerto dan Kediri (sebelah selatan) beternak dengan kambing2 yang super kualitasnya. Rata2 kambing berjenis PE; baik PE ras Kaligesing ataupun PE jenis putih/coklat or putih/merah;
Harga di petani masih masuk akal -walaupun masyarakat sana sudah familiar dengan standar harga PE, tapi jika sudah masuk komunitas/paguyuban, harganya gila2-an.

Continue reading

September 22, 2010 Posted by | umum | 2 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.