Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#007: si Genduk Lahiran….


Mbekkk…mbekkkk…mbekk….

Ternyata, kambing kacang itu kalau lahiran berisik, tidak seperti Jawa Randu yang lebih tenang.

Senin, 08 Februari jam 22:15 WIB. Saya ke kandang sehabis kondangan ngunduh mantu dari seorang teman sesama peternak kambing di seputaran Ciangsana. Niat ke kandang sebenarnya bawa 2 spanduk 6 meteran dan 2 kardus yang akan saya gunakan untuk alas tidur dan dinding sementara “Eliana” dan anak-anaknya yang dipindah ke depan rumah. Ketiganya dipindah karena takut kaki anak2 PE Eliana terpersok dalam reng2 kandang yg agak renggang. Bikin kandang “darurat” pun saya lakukan. Berikut gambarnya:

Pas banget, saat aku ada di kandang, si “Genduk” saya lihat terlentang mengerang. Sedikit demi sedikit kepala putih anak kambing kacang keluar dari kemaluan si Genduk. Kurang dari 30 menit, proses lahiran selesai. Kita ngobrol, ee… keluar lagi satu anakan warna hitam. Anak pertama jantan, yang kedua (hitam) betina. Lengkap sudah.

Berikut gambarnya:

si Genduk dengan kedua anaknya

cempe si Genduk

mencari susu. Ternyata, bayi kambing kacang lebih bisa cepat jalan daripada turunan PE

(c)aGusJohn,
Kuningan, 10 Februari 2010

February 10, 2010 - Posted by | kambing lahiran

2 Comments »

  1. bos mlam minggu potong bbek boat sukurn kndang baru ama bang naman cs. ente tdur d kndang kambing yaa…

    Comment by ardiyanto | April 12, 2010 | Reply

    • Walah, ndak hubungi saya gimana toh, Bosss??

      Comment by cintakambing | April 13, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: