Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

Menghilangkan Flek Paru-Paru


Posted on 28 Februari 2009 by ridwanmunir

Sebuah rumah di Cibuntu Kecamatan Ciampea Bogor, tampak muram, ayat-ayat surah Yasin terdengar dirembqang petang, mereka dudduk takzim di dekat tubuh Ujang Suhandi yang membujur, tiga jam sebelumnya Ujang terjatuh di kamar mandi setelah batuk berkepanjangan. Pria 52 tahun itu bertahun-tahun mengidap flek paru-paru. Dua jam ia koma, jantung tak lagi berdetak. Keluarganya yakin, Ujang  telah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Itulah sebabnya keluarga Ujang amat kaget ketika laki-laki ramah itu siuman. Ia tampak amat letih penyebab itu semua adalah batuk berkepanjangan sejak 1997. Dadanya terasa nyeri ketika batuk mendera mirip petasan renceng. Ketika itu hawa panas menjalar hingga ke punggung dan perut.

Tubuh Ujang tampak  kurus kering. Ia tak segesit dulu. Nestapa itu dipicu oleh kebiasaan buruk merokok. Sehari saya menghabiskan 2 bungkus “ katanya mengenang. Kebiasaan menghirup batang rokok kini melahirkan sesal  yang sulit dihapuskan.

Toh, ia tak putus asa. Berrbagai obat dari  dokter sudah dihabiskan. Rumah sakit khusus paru-paru pun didatangi. Sayang, kesembuhan bak jauh api dari panggang. Hingga akhirnya ia jatuh di kamar mandi dan pingsan. Keesokan hari, seorang tetangga menyodorkan 2 gelas susu kambinng yang katanya berkhasiat obat. Masing-masing segelas diminum Ujang pagi dan sore. Rutinitas itu dijalaninya selama dua minggu hasilnya, batuk berangsur-angsur sembuh. Kondisi tubuh pun memperlihatkan kemajuan. Meski belum cek ke dokter lagi, Ujang merasakan napasnya jauh lebih lega.

Kasus serupa juag dialami Kaudi akibat terlalu banyak merokok. Ia divonis flek paru-paru setelah melakukan rontgen di salah satu rumah sakit di bogor, Jawa Barat. “Awalnya Cuma baruk biasa. Tapi duabulan nggak sembuh-sembuh,” ujarnya.

Tak hanya batuk. Napasnyapun terasa berat. Berjalan beberapa langkah saja amat sakit. Untuk tidur ia memilih bersandar dikursi. “Kalau berbaring dada semakin sesak,” Ujarnya. Penderitaan itu berdampak pada bobot badan yang menyusut drastic, dari 50 Kg menjadi 40 Kg dalam tempo seminggu.

Dokter yang merawatnya menyarankan agar kaudi juga meminum susu kambing untuk mempercepat penyembuhan. “Awalnya saya nggak percaya kalau susu itu berkhasiat obat. Demi kesembuhan akhirnya tetap saya minum,” kata Ayah dua anak itu. Segelas susu kambing segar diminum sebelum sarapan pagi; segelas, menjelanng tidur. Tiga bulan berselang Kaudi merasakan perubahan dalam tubuhnya. Dugaanya benar, saat dirontgen paru-paru terlihat bersih.

Disadur dari Majalah Tubus edisi 419 Oktober 2004 oleh : Ridwan Munir www.susukambingorganik.com

March 23, 2010 - Posted by | info susu kambing

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: