Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#022: Koleksi Baru, Kambing Perah Gelombang-1


Janjinya Jum’at (19 Maret 2010) sore dikirim. Mundur Sabtu sore. Mundur Minggu pagi, mundur siang dan akhirnya ternyata baru berangkat Minggu Maghrib. Dengan perjalanan 12 jam, akhirnya kiriman kambing perah gelombang ke-1 datang di Ciangsana’s Farm Senin (22 Maret 2010) pagi, jam 6:30 WIB. Padahal, dari semalaman kita begadang ramai-ramai. Bakar ikan mas, gaplek-an, maen catur hingga jam 2 dini hari demi menahan kantuk. Toh, datangnya pagi2 juga..šŸ˜¦

kambing perah#1
kambing perah#2

Pagi itu, kambing perah dikirim 20 ekor sesuai pesanan saya. Tapi, dari 20 ekor itu ternyata hanya 7 ekor yang sesuai spek yang kita butuhkan. Sisanya, 13 ekor dengan berat hati kita reject. Kita naikkan kembali ke truk untuk diangkut balik. Tega ndak tega. Suka ndak suka, sudah mahal-mahal, ndak mungkin saya ambil resiko memelihara 13 ekor kambing tidak terawat yang tidak saya butuhkan.Ā  Terpaksa kita balikin, dan minta ganti di pengiriman Jum’at depan.

kambing perah#3. Kata anak kandang, kambing ini potensi perahnya paling bagus. Bisa 2 liter/hari katanya
kambing perah#4. Ini kambing paling besar posturnya. Kondisi kurus begini, 2 bulan ke depan dijamin gemuk dan sehat

Dari ke-7 kambing itu speknya bagus2.Ā  Ambingnya besar dan kenyal, putingnya panjang dan pas dipegang. Umurnya rata2 1.5 – 2 tahun. Laktasi 1 dan sedikit yang 2. Modelnya betina Jawa Randu besar-besar. Berhubung baru datang dari kampung, badannya kurus tak terawat! Bulunya kusam, tidak licin. Ada beberapa yang kena buduk/koreng (bekas dikasih oli). Kalau kambing2 itu dirawat, sangat mungkin bisa lebih besar dari koleksi saya sebelumnya yang di kandang (si Edeli dan si Eliana).

kambing perah#5. Model telinganya menandakan ini betina keturunan PE.

Sekitar jam 7:30 ke-7 kambing tersebut diberi minum gula merah + bodrek. Makanan kita stop dulu hingga sore. Hingga sore, ke-7 kambing minum gula merah + bodrek sebanyak 3 kali (3 ember). Baru di sore harinya, tepatnya menjelang Maghrib, kambing2 itu kita kasih rumput. Tidak lupa kita ajari makan ampas. Maklum, kambing kampung tidak pernah diberi ampas.

kambing perah#6

Esoknya, Selasa (23 Maret 2010), ke-7 kambing tsb dimandikan. Satu kambing hitam minta kawin dan kita kawinkan dengan si Grandong; maskot Ciangsana’s Farm. Kata teman2 kandang, 7 kali kambing baru itu dikawin sama Grandong.

kambing perah#7. Warnanya hitam, telinganya panjang. Galaknya minta ampun. Susunya besar, produksi saat stress saja bisa 3 kantung (@200ml).

(c) aGusJohn,
Kuningan, 24 Maret 2010

March 24, 2010 - Posted by | koleksi baru

2 Comments »

  1. Hmm menarik juga berteman sama kambing yang produktif kaya kambing PE,dan sejenisnya. Kapan-kapan pengin berkunjung untuk menambah wawasan perkambiangan agar lebih mantap untuk menciptakan lap. kerja baru sekalian nambah asap dapur. Anak-anakpun bisa tumbuh lebih sehat. Satu kandang idealnya isi berapa kambing ya mas Agus? untuk bangun satu kandang taksiran biayanya kira-kira berapa? Mending datang dan lihat sendiri ya..
    Siapa tau kambing2 nya bisa kasih mmasukan lain dari yang lain… h..he.
    C U at Ciangsana Farm mas. Tentu saya akan bikin janji berkunjung sebelumnya. Bye

    Comment by Mozed | December 4, 2010 | Reply

    • OK, lebih jelasnya…ditunggu kehadirannya, Pak.
      terima kasih.

      Comment by cintakambing | December 6, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: