Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#034: Mafia Kambing


Mafia JPG from nimbuzzaceh.hexat.com

Dunia semakin maju. Jika dulu kita beli kambing harus datang langsung dan bertransaksi di pasar ternak, maka kini orang jualan kambing sudah pakai media online. Website, blog, facebook, atau bahkan twitter sekalipun. Terjadi pergeseran dan kemajuan dalam dunia pemasaran kambing. Teknologi sudah mulai diadopsi oleh para peternak.

Meskipun demikian, bukan berarti bahwa yang online di web/blog/internet adalah pemilik model kambing-kambing yang bagus dan berkualitas. Bisa jadi, mereka hanya makelar saja dan justru banyak pemilik kambing-kambing bagus yang berada di pelosok desa/kampung yang tidak terekspos media. So, biasa sajalah menyikapinya.

Banyak media-media online peternak yang gembar-gembor mengingatkan kita akan bahayanya “Mafia Kambing”; yang diartikan sebagai orang yang berprofesi di pasar dengan berbagai layer/tahap birokrasi/memainkan harga/combe/blantik berlapis dan sebagainya. Mafia kambing juga dimaknai orang yang menjual kambing biasa dengan mengatakan berkualitas dengan harga yang selangit.

Padahal, dalam pemahaman saya; orang-orang yang aji mumpung -mentang-mentang harga PE lagi booming- dengan memainkan harga pasar dalam berjualan kambing PE -baik yg model blantikan seperti di pasar atau yang model online dengan harga “setan” dengan harga yang tidak wajar- itu juga termasuk kategori mafia. Kalau semangatnya memang agar kambing PE terbudidaya secara merata ke seluruh Nusantara, maka buatlah harga pasar kambing PE menjadi harga yang logis dan masuk akal. Jangan karena Malaysia sudah main, pengusaha-pengusaha kaya main, maka harga menjadi tidak terjangkau oleh para peternak kecil. Lagi-lagi mental kapitalisme sudah masuk ke dunia perkambingan..!!! Menghisap dengan harga selangit mumpung PE lagi booming.

So, Ciangsana’s Farm (http://www.cintakambing.wordpress.com) akan dengan sekuat tenaga memberikan harga yang terjangkau dan masuk akal  jika kelak akan berjualan kambing PE (Insya Allah mulai akhir tahun ini). Karena peternakan kambing adalah peternakan rakyat, bukan peternakan pengusaha atau pejabat…

Hidup dunia peternakan..

(c) aGusJohn,
Kuningan, 28 April 2010

April 28, 2010 - Posted by | umum

2 Comments »

  1. asaalam
    met kenal pak Agus
    saya tertarik dan ingin mengikuti jejak bapak
    menjadi peternak
    apakah bapak punya kambing boerawa juga
    mohon d share pak
    tk
    wassalam

    Comment by adi | December 8, 2010 | Reply

    • Salam kenal juga, Pak Adi.
      Saya ada, tapi jenisnya Boeraka (Boer-Kacang).
      monggo mampir ke kandang.

      Comment by cintakambing | December 9, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: