Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#060: Ragam Jenis Kambing Perah


B. Soewarno dalam bukunya, “Beternak Kambing Unggul” (Penebar Swadaya, Cet 26, 2008) menggolongkan jenis kambing perah sbb:

1. Kambing Alpen

kambing Alpen

Berasal dari pegunungan Alpen di Austria dan Perancis.
Bobot betina dewasa sekitar 55 kg.
Produksi susu 4,5 kg/hari, terutama lakatsi ke-2 dan ke-3.
Adaptif di daerah tropis yang beriklim kering.

2. Kambing Anglo Nubian

kambing Anglo Nubian

Berkembang di Inggris, merupakan persilangan antara kambing Jamnapari (India) dengan Zariby (Nubian).
Kebanyakan berwarna putih dan coklat keputihan kelabu.
Cocok dipelihara di daerah tropis.

3. Kambing Barbari

kambing barbary

Banyak dipelihara di India Utara dan Pakistan Barat.
Memiliki rambut pendek serta warna bulu bercak2 putih dan coklat muda.
Berat kambing dewasa 27-36 kg.
Produksi susu 144 kg/masa laktasi 235 hari (7,5 bulan).
3x lahiran dalam 2 tahun.

4. Kambing Beetal

kambing Beetal

Mirip dengan kambing Jamnapari, hanya telinga lebih pendek dan bentuk hidungnya lebih melengkung.
Warna bulu merah dengan bercak2 putih.
Banyak ditemukan di Punjab (India), Rawalpundi dan Lahore (Pakistan).
Produksi susu 4,5 kg/hari atau rata2 195 kg/masa laktasi 224 hari (7 bulan).
Melahirkan sekali dalam setahun dan sering kembar.

5. Kambing Damascus
Merupakan kambing dataran rendah sekitar Laut Tengah.
Cocok dipelihara di penggembalaan yang subur, tapi kurang cocok dipelihara di pegunungan.
Bobot tubuh 40-60 kg untuk dewasa.
Betina sering melahirkan kembar.
Berasal dari India. Saat ini banyak dipelihara di Libanon, Syria dan Cyprus.
Produksi susu 2-6 liter/ekor/hari. Rata2 selama 8 bulan masa laktasi bisa menghasilkan susu 300-800 liter/ekor.

6. Kambing Jamnapari

kambing Jamnapari

Sering dikenal dengan sebutan kambing Etawa. Asal dari India
Produksi susu rata2 3,8 kg/hari atau sebanyak 235 kg-568 kg/masa laktasi 261 hari (8 bulan lebih).
Tubuh besar dan bertelinga panjang dan menggantung. Hidungnya cembung. Jantan berjenggot dan rahang bawah menonjol.
Berat jantan 68-91 kg dengan tinggi 91-127 cm.
Betina melahirkan sekali dalam setahun dan biasanya tunggal.

7. Kambing Kamori

kambing Kamori

Banyak diternak di Sind, Pakistan.
Kambing ini sangat tahan terhadap keadaan kering dan buruk. Tergolong kambing besar dengan telinga menggantung. Produksi susu 2-4 kg/hari.
Sering melahirkan kembar untuk betinanya.

8. Kambing Kerdil Cina Selatan
Warna hitam mirip kambing kacang Malaysia.
Bobot jantan dewasa 30 kg dan betina 25 kg.
Tinggi guma 50-55 cm.
Betina sering melahirkan 2 ekor.
Produksi susu 0,5 kg/hari.

9. Kambing La Mancha

kambing La Mancha

Banyak di Amerika Serikat, merupakan keturunan kambing dari Spanyol.
Bertelinga pendek atau sama sekali tidak memiliki daun telinga.
Adaptif terhadap iklim yang jelek sekalipun dan susunya berkadar lemak tinggi.

10. Kambing Malabar
Banyak diternak di Malabar Utara, Tellicherry dan Angalore di India Barat bagian selatan.
Kambing Malabar ada 2 jenis, kambing Tellicherry dan Cutch.
Rata2 berat kambing dewasa 35-40 kg.
Produksi susu kambing tellicherry sekitar 105 kg/masa laktasi selama 185 hari (6 bulanan). Sedangkan kambing Cutch sekitar 198 kg/masa laktasi 210 hari ( 7 bulanan).

11. Kambing Mamber
Banyak terdapat di Syria dan sekitarnya.
Berat tubuh berkisar 20-40 kg.
Kambing betina melahirkan setahun sekali dan jarang kembar.
Produksi susunya sekitar 1,5 kg/hari dan dalam 1 masa laktasi bisa menghasilkan susu sekitar 500 kg.

12. Kambing Maradi

kambing Maradi

Sangat cocok dan tahan panas dan lingkungan yang sangat kering. Terdapat di daerah Sokoto, Nigeria Utara.
Kambing jantan dan betinanya bertanduk pendek. Berbulu merah atau coklat tua.
Berat rata2 20-30 kg.
Dapat menghasilkan anak 3-4 ekor dalam 2 tahun. Masa laktasinya hanya 100  hari (3 bulan).
Produksi susunya 0,5 kg/hari pada musim kemarau dan 1,5 kg/hari pada musim hujan.

13. Kambing Marota
Tergolong kambing tropik dan banyak terdapat di Bahia, Amerika Selatan. Berbulu pendek dan berwarna putih kekuning-kuningan.
Berat kambing dewasa rata2 36 kg.
Produksi susu 0,5 kg/hari.

14. Kambing Ma Tou
Tergolong kambing sub tropik. Banyak terdapat di propinsi Hupeh, Cina Tengah.
Hasil susunya sekitar 1,5 kg/hari.
Kambing jantan dewasa bobotnya 37 kg, sedangkan betina 20-45 kg. Kambing betinanya bersifat prolifik; bisa melahirkan 2 kali setahun dan sering melahirkan 2 atau 3 ekor.

15. Kambing Nubian

kambing Nubian

Lebih banyak ditemukan di Afrika Timur Laut dan sepanjang jalur pantai Laut Tengah.
Bobot betina dewasa sekitar 27-60 kg.
Hasil susu 1-1,5 kg/hari. Bahkan ada yang bisa 2 kg/hari. Rata2 dalam waktu setahun sekitar 120-140 kg dalam 2 masa laktasi.

16. Kambing Osmanabad
asal: Hyderabad, India.
Tubuh tidak begitu besar dan memiliki berat sekitar 40 kg untuk kambing dewasa jantannya.
Bisa menghasilkan susu 2 kg/hari. Average kelahiran 2 ekor/lahiran.

17. Kambing PE

PE si Grandong; maskot Ciangsana's Farm

Kambing asli Indonesia. Peranakan Etawa (PE) adalah hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing kacang. Bentuk fisiknya lebih mendekati kambing Etawa. Jika bentuk fisiknya mendekati kacang dan ukurannya lebih kecil dari kambing PE, maka disebut kambing Bligon, Gumbolo, atau Jawa Randu.
Bobot kambing jantan rata2 35-50 kg. Untuk betina 30-35 kg.

18. Kambing Saanen

kambing Saanen

asal: Swiss Barat. Sudah tersebar luas di penjuru dunia.
Bisa menghasilkan susu 800 kg/ekor/masa laktasi yang berlangsung selama 250 hari (8 bulan lebih).
Bobot saat dewasa sekitar 65 kg.

19. Kambing Somali Arab

kambing Somali

terdapat di daerah Arab.
ukuran kecil, berambut panjang dan berbulu coklat.
sehari bisa menghasilkan 1-2 kg

20. Kambing Toggenberg

kambing Toggenberg

asal: Swiss Timur Laut
bobot betina dewasa: 45 kg
sudah tersebar di penjuru dunia.
Di Brasil menghasilkan 3 liter/hari. Di Venezuela hanya 1,1 kg/hari

Beberapa hal yang luput dari amatan Sarwono, bahwa di Jawa Timur juga ada kambing yang juga bisa diperah, dan kuantitasnya tidak jauh berbeda dengan kambing PE ras Kaligesing (Jogja). Namanya Etawa Jawa Timuran, atau orang lebih mengenal dengan sebutan Etawa Senduro; yang merupakan persilangan antara kmabing Etawa/Jamnapari (dari India) dengan kambing lokal Menggala (di Bogor, kambing Menggala disebut kambing Benggala).

kambing Etawa Jawa Timuran; koleksi Ciangsana's Farm

Tidak hanya Etawa Jawa Timuran, ternyata masih banyak kambing lain yang bisa diperah, seperti:
1. Kambing Sapera (persilangan antara kambing Saanen dengan kambing PE);

kambing Sapera; koleksi Ciangsana's Farm

2. Kambing Jawa Randu

kambing Jawa Randu; koleksi Ciangsana's Farm

3. Kambing Kacang
4. Kambing Kacang Gunung,

kambing Kacang Gunung; koleksi Ciangsana's Farm

5. dan jenis2 kambing persilangan lainnya; yang biasanya ada turunan dari kambing perah.

Ini sekaligus mematahkan anggapan sebagian orang bahwa hanya kambing Etawa yang bisa diperah (apalagi yang layak minum). Jika KEKONYOLAN anggapan tersebut diteruskan maka akan menjadi semacam mitos yang menyesatkan masyarakat.

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 17 Agustus 2010

August 19, 2010 - Posted by | ARTIKEL PERKAMBINGAN

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: