Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#065: Faktor Pembeda Kuantitas dan Komposisi Susu Kambing


Perbedaan komposisi kimia tidak hanya terdapat pada susu kambing, susu sapi dan ASI. Kambing yang berbeda jenis pun memiliki perbedaan karena pengontrol produksi susu, baik kualitas dan kuantitasnya.

1. Variasi Antar Jenis Kambing
Karakteristik kambing ada yang untuk perah, potong, kulit & bulu dll. Kambing perah (seperti dalam tulisan saya sebelumnya #060:xxxx) pun terdapat variasi dalam jumlah produksi susunya;

2. Variasi Inter Jenis Kambing
Kambing yang sejenis pun produksinya berbeda, tergantung umur dan masa laktasinya. Masa laktasi yang berbeda, jumlah produksinya pun berbeda;

3. Faktor Genetik
Faktor yang diturunkan dari nenek moyang si kambing. Jika nenek moyangnya produksi susunya tinggi, kemungkinan besar anak turunannya juga memiliki produksi susu yang tinggi pula;

4. Musim
Di luar negeri, kambing perah yang beranak pada musim gugur produksi susunya lebih tinggi dibandingkan yang beranak pada musim panas;

5. Umur
Produktivitas susu mencapai puncaknya ketika kambing perah berusia 5-7 tahun, yakni pada masa laktasi 3 atau ke-5.
Dalam suatu catatan disebutkan usia kambing maksimal 8 tahun, dan bisa mencapai masa laktasi hingga 12x;

6. Lama Masa Laktasi
Semakin lama masa laktasi, maka semakin banyak total produksi susu yang dihasilkan;

7. Faktor Perawatan dan Perlakuan
Kambing perah membutuhkan suasana yang nyaman (sejuk, tidak gaduh, dan tidak diperlakukan secara kasar) untuk bisa berproduksi susu secara optimal. Suasana yang gaduh bisa membuat kambing terkejut dan stress. Pada saat stress tersebut tubuhnya mengeluarkan hormon adrenalin yang bisa menghambat skeresi hormon oxytocin yang berfungsi dalam produksi susu di kelenjar ambing;

8. Pengaruh Masa Birahi dan Kebuntingan
Kambing yang dikawinkan pada saat usia ke-4 bulan masa laktasi produksi susunya akan lebih cepat menurun dibandingkan dengan kambing yang laktasinya panjang dan tidak bunting.
Pada saat musim birahi, kambing yang sedang laktasi produksinya menurun sebagai reaksi dari berbagai proses hormonal dalam tubuhnya. Jika masa birahinya usai, produksi susu akan normal kembali;

9. Frekuensi Pemerahan
Pemerahan 2x sehari produksinya lebih banyak dari pemerahan yang dilakukan hanya 1x dalam sehari;

10. Jumlah Anak dalam Sekali Melahirkan
Produksi susu bagi kambing yang melahirkan 2 ekor biasanya 20-30% lebih banyak dari kambing perah yang hanya beranak 1 ekor, karena semakin banyak cempe maka semakin sering terjadi rangsangan pada susu induk. Teknik ini bisa ditiru oleh pemerah dengan cara mengusap-usap bagian atas ambing sambil memijitnya;

11. Pergantian Pemerah
Kambing termasuk hewan yang lambat adaptif jika ada perubahan. Pergantian pemerah bisa menyebabkan kambing menjadi stress, sehingga produksi susu menurun;

12. Lama Masa Kering
Masa kering cukup 2 bulan menjelang lahiran atau ketika kambing perah sedang bunting di usia 4 dan 5 bulan. Kambing bisa dikawinkan lagi ketika anak cempe berusia 3 bulan habis. Pada masa kering, pakan harus diperhatikan agar pada saat melahirkan produksi susunya tidak menurun;

13. Faktor Hormonal
Penyuntikan hormon laktogen pada kambing yang sedang laktasi dapat meningkatkan produksi susu. Demikian juga penyuntikan hormon tyroxine. Hormon yang menghambat produksi susu adalah Adrenalin, karena dia akan menghambat hormon oxutrocine yang berpengaruh terhadap proses keluarnay susu saat pemerahan;

14. Faktor Pakan
Produksi susu akan optimal jika jumlah pakan sesuai dengan kebutuhan kambing dan kualitasnya baik. Komposisi pakan hijauan dan konsentrat harus seimbang, karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pakan hijaun sebagai precusor (pendukung) produksi susu, sedangkan konsentrat merupakan sumber portein yang dibutuhkan sebagai komponen penyusun susu;

15. Pengaruh Penyakit
Produksi susu akan turun jika kambing sakit, bahkan bisa langsung terhenti. Efek dari obat yang diberikan pada kambing perah akan berpengaruh terhadap kualitas susu. Biasanya, kambing yang sedang sakit dan diberi obat antibiotika, susunya tidak boleh dikonsumsi.

*dirangkum dari Akhmad Sodiq dan Zainal Abidin dalam bukunya, “Meningkatkan Produksi Susu Kambing PE” (Agromedia Pustaka, 2008)

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 25 Agustus 2010

August 26, 2010 - Posted by | ARTIKEL PERKAMBINGAN, info susu kambing

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: