Ciangsana Farm

# peternakan kambing perah di pinggir Jakarta#

#099: Cempe-Cempe Warisan si Grandong….


Sudah hampir 6 bulan ini, Ciangsana Farm menggunakan jantan pemacek (jantan yang difungsikan sebagai tukang kawin) berjenis Saanen. Hal ini dilakukan karena atas 2 pertimbangan:

1. pengalaman sebelumnya, menggunakan pemacek jenis PE Kaligesing (namanya si Grandong, cek di #077) tidak berhasil dengan baik. Hanya betina-betina yang berjenis etawa (Etawa Kaligesing dan Etawa Putih) yg bisa menghasilkan keturunan PE yang  lumayan bagus kualitasnya. Sedangkan Ciangsana Farm betinanya bermacam-macam jenis; Terbanyak etawa Senduro, Menggala Senduro, dan silangan Saanen, sehingga hasil turunan si Grandong malah lebih dominan menjadi kambing putih/Senduro;

2. berpikir ke depan, bahwa core business Ciangsana Farm adalah kambing perah. Sedangkan Saanen bisa memberikan “garansi” keturunan yang mendukung untuk meningkatkan produksi susu kambing. Saat ini saja, satu betina Saanen dengan puting yang aktif 1, bisa menghasilkan 2 liter. Bisa dibayangkan jika kedua-nya aktif?

Berikut warisan terakhir Grandong:

Salam,
(c) aGusJohn,
Jakarta, 19 September 2011

September 19, 2011 - Posted by | ARTIKEL PERKAMBINGAN

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: